Home
Ringkasan Khotbah Minggu 18 Juli 2010 "MENABUR BENIH MENUAI MUJIZAT"
Ringkasan Khotbah Minggu 18 Juli 2010 "MENABUR BENIH MENUAI MUJIZAT"
Pelayan Firman Tuhan : Ibu.Pdt. Paula Lumoindong (Beiji-Malang)
Ayat Pendahuluan : Markus 6:34-44
MENABUR BENIH MENUAI MUJIZAT
Mujizat memberi makan 5000 orang mengandung pelajaran bagaimana suatu benih bertumbuh sehingga menghasilkan mujizat panen yang besar.
Mujizat ini dicatat dalam ke-4 Injil, dilakukan oleh Tuhan Yesus setelah Ia mengajar. Yesus memperhatikan kebutuhan manusia seutuhnya (Roh, Jiwa dan Tubuh), namun yang utama adalah ...carilah dahulu kerajaan Allah dengan kebenarannya....
Ada problema besar yang terjadi dalam peristiwa ini :
Mujizat ini dicatat dalam ke-4 Injil, dilakukan oleh Tuhan Yesus setelah Ia mengajar. Yesus memperhatikan kebutuhan manusia seutuhnya (Roh, Jiwa dan Tubuh), namun yang utama adalah ...carilah dahulu kerajaan Allah dengan kebenarannya....
Ada problema besar yang terjadi dalam peristiwa ini :
- Banyak sekali orang yang lapar
- Tidak ada pasar atau tempat makan
- Di perlukan Mujizat untuk memenuhi kebutuhan
Dalam problema ini Yesus sudah tahu apa yang Ia perbuat yaitu membuat sedikit yang ada menjadi lebih dari cukup.
Dari penjelasan diatas Yesus mengajarkan kita untuk :
Dari penjelasan diatas Yesus mengajarkan kita untuk :
1. Dalam problema sebesar apapun, Yesus sanggup menjadikan yang sedikit menjadi lebih dari cukup.
2. Jangan putus asa atau menyerah.
Seperti murid-murid yang menghindari persoalan (ayat 36a), mereka menganggap problema terlalu sukar (ayat 37). Roma 5:1-5 ? Roh Kudus dengan firman memberi ketekunan dan pengharapan
3. Berikan kepada Tuhan sesuatu yang ada padamu (talenta, waktu dan ketrampilan)
Contoh Roma 12 ? Tuhan sanggup mengubahnya menjadi suatu keajaiban.
Mujizat ini terjadi karena ada seorang anak kecil menyerahkan apa yang ia miliki kepada Tuhan (Yohanes 6:8-9) Tuhan suka memakai orang yang biasa-biasa saja untuk melakukan yang luar biasa.
Contoh Roma 12 ? Tuhan sanggup mengubahnya menjadi suatu keajaiban.
Mujizat ini terjadi karena ada seorang anak kecil menyerahkan apa yang ia miliki kepada Tuhan (Yohanes 6:8-9) Tuhan suka memakai orang yang biasa-biasa saja untuk melakukan yang luar biasa.
4. Sadarilah bahwa ada mujizat dalam setiap benih yang kita berikan.
Markus 4:26-29 Perhatikan !! tidak di ketahui orang.
Sampai sekarang kita belum tahu bagaimana cara bekerjanya dari benih sampai bertunas dan menjadi tinggi, dari tangkai sampai bertunas dan menjadi tinggi dari tangkai kemudian berbulir-bulir dan kemudian berbutir-butir.
Tekhnologi sekarang mungkin dapat menambah benih menjadi lebih banyak, tapi kita tidak dapat memproduksi benih itu sendiri, tidak ada pabrik benih imitasi plastik. Didalam setiap benih terdapat “kehidupan” yang berasal dari Tuhan, Dia sang pencipta yang memberi kehidupan. Setiap benih harus melewati suatu fase atau tingkatan mujizat sebelum ia dapat ber reproduksi, benih itu memerlukan campur tangan Illahi setiap saat. Tidak peduli sang petani itu percaya mujizat atau tidak, yang pasti mujizat terjadi sebelum benih yang ada di tangan petani tersebut dapat menjadi tuaian. Seorang petani tidak dapat masuk kedalam benih yang ditanamnya dan menghembuskan suatu panen besar. Ia harus membiarkan benih itu, mengijinkan Allah untuk bekerja dan menghasilkan mujizat. Disinilah kita belajar untuk merendahkan diri dan selalu mengingat bahwa kalau kita mengambil panen, maka sebenarnya mujizat sudah terjadi, dan itu adalah pekerjaan Allah.
Tidak ada panen atau tuaian tanpa campur tangan Allah.
5. Iman menggerakkan tangan Tuhan dalam tuaian tersebut.
Anak kecil dalam kisah ini punya iman kepada Tuhan untuk membuat mujizat, lain dengan murid-murid.
Benih tertanam dalam tanah dan kita tidak dapat melihat pertumbuhannya mula-mula, tetapi ada kuasa dalam nama Yesus (tabur benih dalam nama Yesus Lukas 10:17 ; Filipi 2:9-10).
Seluruh dunia roh dan fisik harus memberi jalan dan takluk kepada seorang anak Tuhan yang penuh Iman berseru dalam nama Yesus. Iman datang melalui mendengar firman (Dia memberi tuaian/panen).
Anak kecil dalam kisah ini punya iman kepada Tuhan untuk membuat mujizat, lain dengan murid-murid.
Benih tertanam dalam tanah dan kita tidak dapat melihat pertumbuhannya mula-mula, tetapi ada kuasa dalam nama Yesus (tabur benih dalam nama Yesus Lukas 10:17 ; Filipi 2:9-10).
Seluruh dunia roh dan fisik harus memberi jalan dan takluk kepada seorang anak Tuhan yang penuh Iman berseru dalam nama Yesus. Iman datang melalui mendengar firman (Dia memberi tuaian/panen).
6. Berdoa atas benih yang sudah ditaburkan supaya bertambah atau dilipat gandakan
Ayat 41, ada banyak halangan antara kita dan tuaian kita, situasi-situasi (pengangguran, resesi, kurang kesempatan kerja, kurang pendidikan, “musuh” yang mau menutup bisnis kita. Halangan-halangan itu tidak pergi dengan sendirinya. Dengan Doa (Roma 8:28) gunung-gunung oposisi bahkan gunung hutang sekalipun dipindahkan.
Ayat 41, ada banyak halangan antara kita dan tuaian kita, situasi-situasi (pengangguran, resesi, kurang kesempatan kerja, kurang pendidikan, “musuh” yang mau menutup bisnis kita. Halangan-halangan itu tidak pergi dengan sendirinya. Dengan Doa (Roma 8:28) gunung-gunung oposisi bahkan gunung hutang sekalipun dipindahkan.
TABURLAH BENIH DENGAN IMAN DALAM NAMA TUHAN YESUS, TETAP PERCAYA ADA TUAIAN MUJIZAT PENGGANDAAN ALLAH SEDANG KERJAKAN
HALLELUYA
HALLELUYA
Latest Tweets
- Loading...
Jadwal & Berita
Info
Untuk mendengarkan rekaman audio khotbah diperlukan aplikasi QuickTime dari Apple yang bisa didownload di Download
Login
Ayat Hafalan
Amsal 22:1 "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas" |
Konseling
Telp.: (+62) 218641219
Newsletter
Facebook
Visitors Counter
55504
![]() | Hari ini | 76 |
![]() | Kemarin | 199 |
![]() | Minggu ini | 275 |
![]() | Bulan ini | 987 |
![]() | Total | 55504 |




